Mari Membangun kebersamaan

Riuh suara mereka terdengar begitu bimbel selesai siang ini dengan letih dan lelahnya menghadapi soal latihan. Mungkin setiap jiwa mereka berteriak 'merdeka!!' .

Saat lega itu terdengar, seorang ananda membawa plastik berisi makanannya sebelum les sore harinya. Ia lalu mengajak teman sekelasnya menikmati atau bahasanya ikut mencicipi menu yang telah umminya titipkan.

Saat asyiknya mereka mencicipi, saya meminta izin mengambil gambar 'ukhuwah kebersamaan' mereka. Mereka mengizinkan.

Mungkin tak ada yang special dari gambar ini. Tetapi bagi saya gambar ini memiliki nilai yang luar biasa tentang kebersamaan. Kebersamaan yang dibangun dari satu porsi makanan yang dinikmati dengan senyuman.

Mereka adalah potret generasi masa depan yang dengan kesederhanaan mampu menunjukkan pada kita bahwa kebersamaan sesama tak harus ditunjukkan dengan kemewahan ataupun kebangaan apapun. Saat mereka mampu belajar untuk berbagi maka sungguh hal ini merupakan bekal yang luar biasa nantinya.

Maka untuk kita janganlah miskin dalam memberikan pujian pada mereka anak-anak kita meski melakukan hal kecil yang terkadang dianggap biasa oleh orang dewasa seperti kita. Pujilah, sanjunglah tanpa harus membedakan hal besar atau kecil yang sudah mereka lakukan. Besar atau kecilnya hal yang mereka lakukan semua berhak untuk dihargai oleh kita-para guru terlebih orang tua.

Membangun kebersamaan semata bukan hanya diajarkan oleh sekolah. Justru pada kehidupanlah mereka berguru tentang makna kebersamaan-justru dari madrasah utamanya para ibulah mereka harus mengenal makna indahnya kebersamaan.

Maka saya mengajak diri sendiri untuk jeli dalam memberikan aplaus pada anak-anak yang sedang berproses dalam menumbuhkan karakter tauhid yang tersimpan pada dirinya. Jangan biarkan karakter itu hanya mengendap tanpa pancingan untuk menjadikannya karakter yang hebat dalam pribadi anak.

Anak adalah amanah. Maka sebaik-baik amanah adalah dengan menjaganya-menjaga hatinya-pikirnya-karaternya untuk diarahkan tumbuh dengab karakter yang sesuai fitrahnya.

Yuk mari bangun kebersamaan dimulai dari diri kita.

Salam kebersamaan.

 

By Ainan Takhsyaallah

Artikel Guru Terbaru