Bantu Anak Kita Untuk Meraih Mimpi

Bermula dari sebuah album yang tersimpan menjadi catatan sejarah di perpustakaan sekolah, lahirlah percakapan ini. Percakapan sederhana tetapi butuh dukungan.

'Lihat.... inilah bosnya..' tangan kecilnya menunjuk foto direktur beberapa tahun lalu di sekolah. Ia mengulangnya beberapa kali. Saya yang mendengarkan mengambil tempat disampingnya, tempat dimana teman-temannya pun bergantian untuk melihat album kenangan kakak kelasnya.

'Beberapa tahun kemudian, Insyaallah Ali akan seperti beliau...' yakinku.

'Aku nggak mau jadi direktur...' balasnya dengan ucapan santai tapi juga serius.

'Kenapa? Gak harus jadi direktur disini-tetapi dimana aja'

'Aku nggak mau jadi direktur...'yakinnya lagi.

'Oke...apapun itu...semoga tercapai semua inginnya' balasku menutup obrolan santai kami di perpustakaan yang ramai.

Mimpi-impian,

Kitapun saat seusia mereka, akan memiliki mimpi dan akan berubah setiap tahunnya-hingga saat sudah mengetahui secara pasti apa itu harapan-maka impian itupun akan juga berubah. Mereka sama seperti kita-jangan paksa mimpi mereka sesuai arahan kita-maunya kita para orang dewasa disekitarnya. Biarkan mereka hidup dengan impiannya-biarkan mereka memiliki dan menggengamnya. Jadilah kita sebagai sebaik-baik pendukung buat ananda tercinta-tidak lantas menjadi dinding paling kuat untuk menghalangi impiannya.

Harapan-impian adalah amunisi untuk langkah besar dikemudian hari. Karenanya ibarat peta, sesungguhnya ananda kita sudah tahu mau apa ia kelak berbekal puzzle mimpi yang terus terbentuk dibenak mereka. Mari kita bantu susunkan puzzle-puzzle itu menjadi sempurna tanpa mematahkan semangatnya.

Apapun mimpi mereka jangan patahkan. Arahkan pada jalan yang tepat untuk setiap mimpi besar mereka.

Salam impian untuk ananda sholih-sholihah kita.

 

By Ainan Takhsyaallah.

Artikel Guru Terbaru