Generasi Hebat Dimulai dari Gurunya

 Dahulu saat bom menimpa kota Hiroshima dan Nagasaki, saat banyak generasi bahkan infrastruktur kota itu nyaris lumpuh, kaisar masa itu menanyakan satu hal dan pertama kalinya. 'Berapa jumlah guru yang ada?' Beliau tidak lantas menyesali tragedi yang membuat infrastruktur negerinya rusak. Beliau tidak mengkhawatirkan itu, melainkan mengkhawatirkan nasib generasinya jika gurunya tidak ada.
 
Mengapa harus guru? Pagi itu saat seluruh civitas akademika SIT berkumpul di meeting room, sebuah kisah kecil yang bermakna besar disampaikan oleh MC hari ini. "Tiga tahun lalu, saya masih ingat perkataan seorang guru TK saat itu-tentang alasan mengapa ia memilih profesi guru, disaat ia memiliki potensi besar menjadi seorang bisnis women. Sebab menjadi guru memiliki pahala besar" Itulah beberapa kata yang kurang lebih tersisa dibenak saya, hingga melihat generasi seperti mereka saya berfikir tentang tanggungjawab besar yang tak sederhana untuk mengantar mereka tidak sekedar generasi yang paham ilmu dunia tapi juga paham ilmu akhirat.
 
Memang berat, sebab itulah ganjaran seorang guru. Menurut seorang pakar agama, semakin sulit atau berat seseorang melakukan kebaikan maka, ganjaran pahalanya pun semakin besar. Maka sungguh profesi guru bukanlah profesi sembarangan. Lihatlah...apakah ada seseorang yang mampu berdiri cerdas, mengusai medan jika bukan bermula dari seorang guru? Suksesnya generasi bukan dilihat dari berapa jumlah materi dan seberapa besar kemampuannya. Jikapun kemampuannya besar, jika tanpa arahan seorang guru tetap saja ibarat berjalan dalam gelap tanpa penerangan.
 
Guru bukan hanya mereka yang duduk di ruang kelas. Setiap orang yang menyampaikan pesan kebaikan bisa dikatakan sebagai guru-bahkan guru yang merupakan madrasah utama dan pertama adalah IBU. Ibu-guru tanpa tanda jasa buat generasi hebat. Maka hebatnya generasi dimulai dari guru hebat yang bukan sekedar guru yang menuntaskan materi pembelajaran, tapi guru hebat adalah juga guru yang dapat menumbuhkan bakat dan semangat dari jiwa anak-serta tak berlepas diri. Jadi sepakat atau tidak, lahirnya generasi hebat, dimulai dari guru hebat- Maka mari hebatkan diri kita, wahai para guru untuk melahirkan generasi hebat. Memang guru bukan orang yang hebat, tapi dari didikan seorang gurulah, lahir generasi hebat (qoute).
 

Artikel Guru Terbaru